Makalah EKONOMI ISLAM: KAJIAN KONSEP DAN MODEL PENDEKATAN


EKONOMI ISLAM: KAJIAN KONSEP  DAN MODEL PENDEKATAN


Oleh : Muhammad fachri


Abstrak:this article is to describe Islamic views on economy  as they have been enhsrined in the Koran. There are at least  three explanations of what constitute Islam ic econom y: first,  the science of Islam ic econom y; second, the system of  Islam ic econom y, third, the econom y of M uslim . The  em ergence of Islam ic econom y is very m uch to do with the  doctrine of riba prohibition. In its m odern practice, banking  interest is deem ed to be riba.I n addition,t he study of Islam ic  econom y in m odern tim e has been undertaken by m eans of  different approaches.


K ata K unci: Ekonomi Islam, ilmu ekonomi, sistem ekonomi,  perekonomian umat Islam. 


Pendahuluan 


Persoalan yang dihadapi um at m anusia sekarang adalah  m unculnya suatu pandangan yang m enem patkan aspek m aterial yang  bebas dari dim ensi nilai pada posisi yang dom inan.P andangan hidup  yang berpijak pada ideologi m aterialism e inilah yang kem udian  m endorong perilaku m anusia m enjadi pelaku ekonom i yang  hedonistik,s ekularistik dan m aterialistik.D am pak yang ditim bul dari  cara pandang inilah yang kem udian m em bawa m alapetaka dan  bencana dalam kehidupan sosial m asyarakat seperti eksploitasi dan  perusakan lingkungan hidup, disparitaspend apatan dan kekayaan  antar golongan dalam m asyarakatd an antar negara did unia,l unturnya  sikap kebersam aan dan persaudaraan, tim bulnya penyakit-penyakit  sosial, timbulnya revolusi sosial yang anarkhis dan sebagainya.  Sistem ekonom i kapitalis telah gagal m enyelesaikan persoalan  kem anusiaan, sosial ekonom i. M em ang kapitalis m am pu  m ensejahterakan individu atau negara tertentu secara m ateri. Nam un  perlu diingatk esejahteraan dan kem akm uran tersebutd ibangun diatas  penderitaan orang atau negara lain. Kapitalis tidak m am pu  menyelesaikan ketim pangan dan kesenjangan sosial ekonom i bahkan  sebaliknya ia m enciptakan dan m elanggengkan kesenjangan tersebut  untuk mempertahankan eksisitensinya.  Disinilah Islam m elontarkan kritik terhadap sistem ekonom i  kapitalis yang bertanggung jawab terhadap perubahan arah, pola dan  struktur perekonom ian dunia sekarang ini.P erlu ada suatu kajian yang  intensif dalam m em berikan alternatif pandangan,r um usan dan strategi pem bangunan ekonom i yang lebih humanistikde ngan m enggali  inspirasi nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an, hadits dan  sunnah, serta khasanah pemikiran para cendekiawan muslim. 


Namun tulisan ini tidak berm aksud untuk m enjawab  perm asalahan itu sem ua, m elainkan hanya sedikit m em berikan  gam baran awal apa itu ekonom i Islam , paling tidak m enurut para  sarjana atau ekonom m uslim .T ulisan ini juga diawali dengan sedikit  memaparkan bagaim ana pandangan Islam (al-Quran) m engenai  ekonom i. Kem udian dilanjutkan dengan pem bahasan apa yang  dim aksud dengan ekonom i Islam dan sekaligus juga sejarah singkat  munculnya ekonomi Islam. 
Islam dan Konsep Ekonomi 
Kehidupan orang-orang pra-Islam diwarnai dengan tajam nya  stratafikasi sosial dengan berbagai im plikasi psikologis yang  m enyertainya.A da sejum lah kecil anggota m asyarakaty ang m em iliki  sem ua akses kekuatan, ekonom i, politik, intelektual dan juga religio- kultural. Berbagai sisi kelebihan tersebut jalin-m enjalin yang pada  gilirannya m enem patkan sekelom pok kecil orang tersebut pada posisi  yang sangat penting dengan semua hak istimewa yang dimilikinya.  Sedangkan sejum lah besar lainnya berada pada posisi yang  sangatk ontras.M ereka ham pir tidak m em ilikia kses kekuatan apapun,  term asuk kem erdekaan pribadinya sebagai m anusia, serta hak-hak  perdatanya yang sangatm endasar.M ereka adalah orang-orang m iskin  dan budak-budak belian yang secara turun-tem urun m ewarisi kodrat  hidupnya tanpa menyadari hak-hak dasarnya sebagai manusia.  Nabi M uham m ad lahir untuk m elakukan berbagai perubahan  radikal dan m eyeluruh, untuk m ereform asi secara total kehidupan  m anusia yang penuh dengan ketim pangan itu. Agam a yang diajarkan  m em baw a aspirasi dan ide tentang tauhid, dem okrasi (politik) dan  keadilan sosial (ekonom i). Sesuai dengan tingkat perkem bangan  pem ikiran dan tahapan pertum buhan sosials aat itu,N abi m em berikan  petunjuk-petunjuk operasional dan teladan-teladan nyata m elalui  sunnah-nya. 
Sebagai suatu cita (ideals) ajaran Islam telah sem purna  disam paikan oleh Nabi kepada um atnya (QS.5:4). Nam un dalam  konteks aplikasinya lebih lanjut; pokok-pokok ajaran Islam tersebut  m em erlukan langkah-langkah sistem atisasi dan interpretasi- interpretasi baru guna m enyesuaikan dengan tingkat perkem bangan  kehidupan um at m anusia dan aspirasi-aspirasinya yang kian  m eningkat, sesuai dengan perkem bangan m anusia itu sendiri.  M em injam pernyataan Goldziherba hwa kebenaran Islam yang ada  sekarang ini belumlah bulat. Kebulatannya masih menunggu karya- karya para generasi umat Islam lebih lanjut. 


Teks-teks keagam aan (al-Nushush al-Syar’iyyah) m em uat  banyak sekali pesan yang berkaitan dengan bidang kehidupan  perekonom ian, baik secara eksplisit (sharih) m aupun im plisit (ghairu  sharih). Hanya saja secara keseluruhan aksentuasi dari nash-nash  tersebut lebih pada ajaran-ajaran atau pesan-pesan m oralu niversalnya,  sesuai dengan sem angat dasar al-Qur’an itu sendiri yaitu semangat 

moral yang menekankan pada ide-ide keadilan sosial dan ekonomi. M isalnya pandangan Islam tentang dunia kerja, prinsip  kebebasan dan kejujuran dalam berusaha, produktifitas kerja, dan  sebagainya. Serta pandangan dunia (weltanschaung) Islam yang  secara keseluruhan berhubungan erat dengan konsep teologi dan  eskatologi. 
Diantara ajaran-ajaran pokok tersebut m isalnya adalah bahwa  posisi m anusia di bum i ini adalah sebagai khalifah Tuhan (al- Baqarah:30) dengan m em bawa am anat-Nya (al-Ahzab:72) untuk  menciptakan kemakmuran dan kesajahteraan (Hud:61). 
Manusia tidak boleh takut kepada alam . Karena alam ini justru  diciptakan untuk “m elayani” kepentingan m ereka (al-Baqarah:29 ; al- Jatsiyah:13). M ereka tidak boleh duduk pasif, tetapi m ereka harus  aktif berusaha dan bekerja (al-Jum ’ah: 10 ; al-Ra’du:13). M ereka  harus m encari bagian rizki yang halal. Dalam berusaha m ereka harus  m engindahkan nilaik ejujuran (al-A’raf:85); atas dasar suka rela tanpa  paksaan (al-Nisa:29) dalam bidang-bidang yang dibolehkan syariat  dan bukan yang bathil (al-Maidah:3). 
Meskipun m ereka bebas m endapatkan d an m em ilikis etiap hasil  jerih-payahnya, nam un m ereka juga harus m em perhatikan fungsi  sosial harta hasil usahanya itu dem i kebaikan orang-orang yang  nasibnya kurang beruntung (al-Hasyr:7 ; al-Taubah:34 ; al-Rum:30).  M ereka juga harus hem atd an efesien dalam m em belanjakan hartanya  (al-Isra:26 ; al-Furqan:67) dan sebagainya.  Terhadap pesan-pesan al-Qur’an tersebut dan juga yang ada  dalam hadits atau sunnah rasul, perlu ada interpretasi dan  konseptualisasik e dalam bentuk ajaran yang sistem atis sehingga akan  lebih m udah untuk dipaham i,d ihayati,d an diam alkan oleh siapa saja.  Dengan dem ikian ajaran-ajaran luhur tersebut tidak lagi hanya  m erupakan him bauan m oral tapi m enjadi suatu sistem tatanan hidup  yang dihayati sebagai way of life dan rule of game yang dipatuhi.  Dengan cara itulah ajaran agam a akan benar-benar m em bawa dam pak  nyata bagi peningkatan kesejahteraan manusia, lahir dan bathin.  1 
Fazlurrahm an, Islam, cet.II, terj. Ahsin M oham m ad, (Bandung : Pustaka,  1994), h.36  Ekonomi Islam: Apa dan Sejarah Singkatnya  Ekonom i Islam , m enurut para pem bangun dan pendukungnya,  dibangun di atas, atau setidaknya diwarnai, oleh prinsip-prinsip  relijius, berorientasi dunia dan akhirat. Dalam tataran paradigm a  seperti ini, para ekonom m uslim m asih dalam satu kata, atau 

setidaknya,t idak ada perbedaan yang berarti.M ayoritas para ekonom  M uslim sepakat m engenai dasar pilar atau fondasi filosofis sistem 
3
ekonom i Islam : Tauhid, Khilafah, Ibadah, dan Takaful, Khurshid 
4
Ahm ad m enam bahkan: Rububiyyahda n Tazkiyah, serta Mas- u-

liyyah (accountability). Nam un ketika dipertanyakan lebih lanjut:  apa dan bagaim ana ekonom i Islam itu? Di sinilah terjadi perbedaan,  sehingga ada yang m em bagi m azhab ekonom i Islam itu m enjadi tiga  yaitu; m azhab Baqir al-Sadr, m azhab m ainstream , dan mazhab 
6
alternatif-kritis. Nam un sayang pengem bangan pem ikiran ketiga  m azhab ini belum begitu gencar, kecuali m azhab m ainstream , dan  nam paknya m asih m enunggu pem ikiran cerdas dan kreatif dari para  pendukungnya untuk mengembangkan.  Nam un dem ikian Ekonom i Islam tidak lepas dari terpaan kritik  yang dilakukan oleh sejum lah ekonom . Pada um um nya kritikan  tersebutd ikelom pokkan oleh Arif,s epertiy ang dikutip oleh M .Husein  Sawit, m enjadi tiga kelom pok besar. Pertama, aliran yang  m engatakan Ekonom i Islam m erupakan penyesuaian sistem kapitalis  atau disebut" the Adjusted Capitalism School". Kedua,d isebutd engan  kelom pok konvensional atau "the Conventional School. Ketiga adalah 


Lihat Adiwarm an Karim , "Ekonomi Mikro Islami", (Jakarta : The  International Institute of Islam ic Thought Indonesia, 2002), h. 13, lihat juga  Adiwarm an Karim ," Ekonomi Islam: Suatu Kajian EkonomiM akro",( Jakarta : The  International Institute of Islam ic Thought Indonesia, 2002), h.195-197, dan lihat  juga M .B. Hendrie Anto, "Pengantar Ekonomika Mikro Islami", (Jogjakarta :  Ekonisia, 2003), h.89-93.
 3
Lihat M oham ed Aslam Haneef, "Contemporary Islamic Economic Thought:  A Selected Comparative Analysis",( Kuala Lum pur : Ikraq,1 995),h. 2 ,l ihatj uga M .  Nejatullah Siddiqi, "Muslim Economic Thinking: A Survey of Contemporary  Literature", (Leicester : The Islamic Foundation, 1988).
 4
Lihat Khurshid Ahm ad," Economic Developmenti n an Islamic Framework",  dalam Khurshid Ahm ad (ed.), "Studies in Islamic Economics", (Leicester : The  Islamic Foundation, 1980), h.178-179
 5
Lihat M . Akhyar Adnan, "An Investigation of Accounting Concepts and  Practices in Islamic Banks: The Cases of Bank Islam Malaysia Berhad and Bank  MuamalatI ndonesia",P hD Thesis,( Australia : University of W ollongong,1 996),h.  136-137
 6
Lihat Adiwarm an Karim , Ibid, lihat juga Adiwarm an Karim , "Ekonomi  Islam: Suatu Kajian Ekonomi Makro", (Jakarta : The International Institute of  Islam ic Thought Indonesia, 2002), h.195-197, dan lihat juga M .B. Hendrie Anto,  "Pengantar Ekonomika Mikro Islami", (Jogjakarta : Ekonisia, 2003), h.89-93, serta  lihat juga Im am udin Yuliadi, "Ekonomi Islam: Sebuah Pengantar", (Yogyakarta :  LPPI-UMY, 2001), terutama bab II: Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. 


kelompok perbedaan paham atau "the Sectarian Diversity School".  Ada juga pernyataan kritis yang sepintas nam pak sederhana nam un  cukup m endasar: apakah ekonom i Islam m erupakan kapitalism e
 8 
minus riba atau sosialism e plus Islam ?Kem udian ada lagik ritik yang  cukup tajam terhadap para ekonom Islam yang selam a ini selalu  mengkritik sistem ekonomi lain. Pernyataan kritis tersebut:  Secara keseluruhan, ekonomi Islam lebih berhasil  menjelaskan apa yang bukan ekonomi Islam, daripada  menentukan apa yang membuat ekonomi Islam berbeda  sama sekali dengan sistem ekonomi lain. Ekonomi Islam  juga lebih banyak mengungkap kelemahan sistem lain  daripada menunjukkan (bahwa ekonomi Islam) secara
 9 
substansial memang lebih baik. Semua kritik yang diajukan kepada Ekonom i Islam tersebut  menuntut para pendukungnya untuk memberikan jawaban serius.  Ada tiga penafsiran tentang istilah “ekonom i Islam ”. Pertama,  yang dim aksud adalah “ilm u ekonom i” yang berdasarkan nilai-nilai  atau ajaran Islam . Kalau ini yang dim aksud, m aka akan tim bul kesan  bahwa ajaran Islam itu m em punyai pengertian yang tersendiri  m engenai apa itu “ekonom i”. Hal ini tentu akan diikuti dengan  pertanyaan, apakah yang dim aksud dengan ekonom i itu m enurut  ajaran Islam ? Tepatnya, apakah yang dim aksud dengan “ilm u  ekonom i Islam ” itu? Disini bisa diajukan beberapa definisi m enurut  ekonom muslim. 
Menurut M uham m ad Abdul M annan, “Ekonom i Islam  m erupakan ilm u pengetahuan sosial yang m em pelajari m asalah- masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam”.  M enurut M .M . M etwally, “Ekonom i Islam adalah ilm u yang  m em pelajari perilaku m uslim (yang berim an) dalam suatu m asyarakat  Islam yang mengikuti al Quran, Hadis, Ijma dan Qiyas”.  M enurut Hasanuzzam an,”Ilm u ekonom i Islam adalah  pengetahuan dan aplikasi dari anjuran dan aturan syariah yang  m encegah ketidakadilan dalam m em peroleh sum ber-sum ber daya  m aterial sehingga tercipta kepuasan m anusia dan m em ungkinkan  mereka menjalankan perintah Allah dan masyarakat”. 


 7
Lihat Husein Sawit, "Metodologi Penelitian Ekonomi Islam: Perlu  Berbeda?", m akalah yang disam paikan pada Sem inar Nasional berjudul:  "M etodologiP enelitian Ekonom i Islam untuk M engem bangkan Praktek Bisnis yang  Islam i", P3EI FE-UII Jogjakarta 13 Oktober 1997. Tulisan ini juga jadi "Kata  Pengantar"pad a buku Goenawan M oeham m ad," Metodologi Ilmu Ekonomi Islam:  Suatu Pengantar", (Jogjakarta : UII-Press, 2000). 
8
Ibid. 
9
Lihat John L.Esposito dkk (ed.), "EnsiklopediO xford Dunia Islam Modern",  jl.2, terj. Eva Y.N. dkk., Entri Ekonomi, (Bandung : Mizan, 2001), h. 4. 


Menurut Akram Khan, “Ilm u ekonom i Islam bertujuan untuk  melakukan studi terhadap kesejahteraan (falah) m anusia yang dicapai  dengan m engorganisasikan sum ber-sum ber daya di bum i berdasarkan  kerjasama dan partisipasi”.  Menurut Umar Chapra,”Ekonom i Islam sebagai suatu cabang  pengetahuan yang m em bantu m erealisasikan kesejahteraan m anusia  m elalui suatu alokasi dan distribusi sum ber-sum ber daya langka yang  seiram a dengan m aqashid (tujuan-tujuan syariah), tanpa m engekang  kebebasan individu, m enciptakan ketidakseim bangan m akroekonom i  dan ekologi yang berkepanjangan, atau m elem ahkan solidaritas  keluarga dan sosial serta jaringan moral masyarakat”.  Dawam Rahardjo berkesim pulan bahwa ilm u ekonom i Islam  sebenarnya sam a saja dengan ilm u ekonom i um um nya, yaitu  m enyelidiki perilaku m anusia dalam kegiatan produksi,d istribusi dan  konsum si yang m enyangkut pilihan terhadap sum berdaya yang  sifatnya langka dan alokasi sum berdaya tersebut guna m em enuhi  kebutuhan m anusia. Dalam Islam , tujuan kegiatan ekonom i hanyalah  m erupakan target untuk m encapai tujuan yang lebih tinggi, yaitu  kebahagian hidup di dunia m aupun di akhirat, dengan m elakukan  ibadah kepada Allah. Ilm u ekonom i Islam m em perhatikan dan  menerapkan syariah dalam perilaku ekonom id an dalam pem bentukan  sistem ekonomi. 


Penafsiran kedua, ekonom i Islam itu dalam artian "sistem  ekonom i" (Islam ). Sistem m enyangkut pengaturan, yaitu pengaturan  kegiatan ekonom i dalam suatu m asyarakat atau negara berdasarkan  suatu cara m etode tertentu. M isalnya, bank Islam dapat disebut  sebagaiu nit( terbatas) darib eroperasinya suatu sistem ekonom iI slam ,  bisa dalam ruang lingkup m akro atau m ikro. Bank Islam disebut unit  sistem ekonomi Islam, khususnya doktrin larangan riba.  Dan ketiga,eko nom i Islam itu berarti perekonom ian um at Islam  atau perekonom ian di dunia Islam , m aka kita akan m endapat sedikit  penjelasan dan gam baran dalam sejarah um at um at Islam baik pada  m asa Nabi sam pai sekarang. Hal ini bisa kita tem ukan, m isalnya,  bagaim ana keadaan perekonom ian um at Islam di Arab Saudi, M esir,  Irak, Iran, Indonesia, dan sebagainya, atau juga perekonom ian um at  Islam di negara non-Islam seperti Am erika, Cina, Perancis, dan 
10 
sebagainya.


Kosa kata “ekonom i” m erupakan kosa kata yang baru,d alam arti  tidak dikenal pada m asa awal Islam . Pada m asa ini hanya m engenal  istilah m uam alah dalam arti luas, hubungan antar m anusia secara  umum: ekonomi, rumah tangga dan lain-lain. 


10
Tentang tiga pengertian ekonom i Islam tersebut: ilm u ekonom i, sistem  ekonom i, dan perekonom ian um at Islam , dapat dilihat pada M .Dawam Rahardjo,  "Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi", (Jakarta : LSAF, 1999), h. 3-4.


, Vol. IV, No. 1, Juni 2007 54 Istilah "iqtishad" (bahasa Arab) yang diartikan atau  disepadankan dengan "ekonom i" m erupakan kosa kata yang baru.  Sehingga kita tidak m enem ukan pada literatur keislam an klasik, 
11 
fikih.Kalau kita telusuri istilah "iqtishad" m uncul dari  perkem bangan pem ikiran M uham m ad Iqbal (1876-1938) salah  seorang tokoh pem baruan Islam dari India. Pada tahun 1902 Iqbal 
12 
menerbitkan buku yang berjudul "'Ilm al-Iqtishad" (ilmu ekonomi). Pem ikiran tentang ekonom i Islam sebagai kajian teoritis baru  m ulai ram ai dibicarakan pada awal dasawarsa 1970-an, walaupun  pem bahasan yang bersifat fikih sudah tam pak sebelum nya sebagai  bagian dari pem ikiran hukum Islam . Dalam rangka itu, pem bahasan  tentang bunga bank yang dikaitkan dengan konsep riba m erupakan  bagian yang penting dan selalu disebutkan. Oleh karena itu, gagasan  m engenai bank Islam berkem bang terlebih dahulu dalam upaya  m enerapkan prinsip ekonom i Islam . (Ensiklopedi Tem atis Dunia  Islam , Jld.6, 2007, hal.399.). Dan tam paknya pem ikiran ekonom i  Islam , di Indonesia khususnya, belum bergerak jauh dari tem a  perbankan (lem baga keuangan lainnya). Dengan dem ikian pem ikiran  ekonom i Islam m asih m enunggu karya kreatif, ijtihad, para  pendukungnya untuk mengembangkannya.  Kajian Pendekatan Ekonomi Islam Kontemporer 
13 
Menurut Prof.V olker Nienhaus,dariJ erm an,d alam tulisannya  “Islamic Economics: Policy Between Pragmatism and Utopia”, ada  em pat pendekatan utam a dalam kajian m engenai ekonom i Islam  selam a ini. Pertam a, pragmatis; kecenderungan ini ditandai dengan  penolakan ideologi-ideologi ekonom i yang diikuti dengan upaya  m elakukan sintesis atau ekleksi, yaitu m encam pur berbagai gagasan  dan teori yang dianggap paling praktis untuk dilaksanakan. M enurut  Nienhaus kecenderungan inilah yang banyak diam bil.K edua,resitatif ;  pendekatan yang m engacu pada teks ajaran Islam , pendekatan ini  m engacu pada hukum fikih, teologi, etika ekonom i. Ketiga,  pendekatan utopian.Uto pia adalah gam baran m engenai dunia yang  kita inginkan. Pendekatan ini dikem bangkan dengan m erum uskan  m odel m anusia, m isalnya homo economicus, atau m anusia altruistis.  Selanjutnya dikem bangkan m odel m asyarakat yang dicita-citakan: 


11
Lihat Am inoto Sa'doellah, Ekonomi “Tukang Semrit”: Gagasan Ekonomi  Islam versi Kitab Kuning, Gerbang Jurnal Pem ikiran Agam a dan Dem okrasi,  Vol.05,No.02,Oktober-Desem ber 1999, Surabaya,t erutam a sub: Lafaz tak Bertuan,  h.31-36. 
12
Lihat Tim ur Kuran, "Politik Identitas Ekonomi Islam", terj. M uhaim in  Syam suddin, Gerbang Jurnal Pem ikiran Agam a dan Dem okrasi,  Vol.05,No.02,Oktober-Desember 1999, Surabaya, h. 103. 
13
Dawam Rahardjo, “Wacana Ekonomi Islam Kontemporer”, dalam M. Umer  Chapra, “Islam dan Tantangan Ekonomi”, (Surabaya : Risalah Gusti,1999) ,h. x ii- xvi 


“Baldah al-Thayyibah wa Rubbun Ghafur”. Pendekatan yang  terakhir, keem pat, adaptif; berusaha m elakukan penyesuaian diri  berdasarkan kondisi setem pat dan sejarah m asing-m asing um at Islam ,  seperti gagasan sosialism e Islam ; sosialism e kerakyatan; sosialism e  demokrasi.  M enurut M uchtar Ahm ad kajian ekonom iI slam selam a inid apat 
14 
dikategorikan m enjadi em pat (4) corak.Pertama, kajian ekonom i  Islam dalam lingkup norm atif, dalam arti upaya m enjelaskan dasar- dasar filosofis atau norm atif suatu kajian ekonom iy ang sesuaid engan  tuntunan Islam , m enurut ajaran baku dalam al-Qur'an dan hadis.  Kedua, kajian ekonom i Islam hasil pem ikiran atau penyelidikan para  fukaha, pakar ekonom i, sosiolog, dan sebagainya seperti Ibnu  Khaldun, Ibnu Taim iyah, Abu Yusuf, Um er Chapra dan sebagainya  yang dilakukan secara kritis, baik m elalui pem eriksaan teori dan tesis  yang dikem ukakan m aupun m elalui pengujiannya terhadap perilaku  ekonom i m uslim . Ketiga, kajian perbandingan antara perilaku  ekonom i m uslim dengan konsep sistem ekonom i Islam yang teoritis.  Atau m enghadapkan perilaku ekonom i m uslim kepada nilai-nilai  Islam . Dan keempat, kajian perbandingan antara konsep sistem  ekonom i Islam dengan sistem ekonom i kapitalis dan sosialis serta  perkem bangan ekonom i kontem porer (gejala perkem bangan sistem  ekonom i dunia). Juga bisa ditam bahkan disini perbandingan  pemikiran antar para ekonom Islam itu sendiri, seperti yang dilakukan  oleh M oham ed Aslam Haneef (1995) dalam bukunya "Contemporary  Islamic Economic Thought: A Selected Comparative Analysis". 


Penutup 


Secara singkat dan sederhana tulisan ini sudah m encoba  m endeskripsikan tentang ekonom i Islam . Tulisan ini m em ang m asih  sangat terbatas pada aspek-aspek: gagasan Qur’an tentang ekonom i,  apa itu ekonom i Islam , sejarah singkatnya, dan kajian-kajian yang  dilakukan oleh para pemikir ekonomi Islam kontemporer saat ini.  Dari artikel ini tergam bar bahwa kajian ekonom i Islam selam a  ini m asih banyak berputar pada wilayah perbankan dan lem baga  keuangan Islam lainnya. Oleh karena itu ekonom i Islam m asih  m enunggu pikiran-pikiran dan karya-karya kreatif dari para  pendukungnya untuk m engem bangkan dan sekaligus m em buktikan  secara nyata bahwa ekonom i Islam m em ang lebih baik dan m em bawa  rahmat bagi bagi siapa saja. 


14
Baca M uchtar Ahm ad," Kajian Ekonomi dan Nilai Islami",U lum ulQ ur'an,  Vol. II. No.9. (1991), h. 9. 


 DAFTAR PUSTAKA 
Adnan, M . Akhyar, "An Investigation of Accounting Concepts and  Practices in Islamic Banks: The Cases of Bank Islam  Malaysia Berhad and Bank Muamalat Indonesia", PhD  Thesis, (Australia, University of Wollongong, 1996) 
Khurshid Ahm ad (ed.), "Studies in Islamic Economics", (Leicester,  The Islamic Foundation, 1980)
Ahm ad,M uchtar," Kajian Ekonomid an NilaiI slami",U lum ulQ ur'an,  Vol. II. No.9. (1991)  Anto, M .B. Hendrie, "Pengantar Ekonomika Mikro Islami",  (Jogjakarta, Ekonisia, 2003)  Chapra, M . Um er, “Islam dan Tantangan Ekonomi”, (Surabaya,  Risalah Gusti, 1999)  Esposito, John L. dkk (ed.), "Ensiklopedi Oxford Dunia Islam  Modern", jl.2, terj. Eva Y.N. dkk., Entri Ekonomi, (Bandung,  Mizan, 2001) 
Haneef, M oham ed Aslam , "Contemporary Islamic Economic  Thought: A S e le c te d C omparative Analysis", (Kuala  Lumpur, Ikraq, 1995) 
Karim , Adiwarm an "Ekonomi Islam: Suatu Kajian Ekonomi Makro",  (Jakarta, The International Institute of Islam ic Thought  Indonesia, 2002), 
Karim , Adiwarm an "Ekonomi Mikro Islami", (Jakarta, The  International Institute of Islamic Thought Indonesia, 2002), 
Kuran, Tim ur, "Politik Identitas Ekonomi Islam", terj. M uhaim in  Syam suddin, Gerbang Jurnal Pem ikiran Agam a dan  Dem okrasi, Vol.05, No.02, Oktober-Desem ber 1999,  Surabaya  M oeham m ad, Goenawan, "Metodologi Ilmu Ekonomi Islam: Suatu  Pengantar", (Jogjakarta, UII-Press, 2000). 
Rahm an, Fazlur, “Islam”, cet.II, terj. Ahsin M oham m ad, (Bandung,  Pustaka, 1994)  Rahardjo, M .Dawam , "Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi",  (Jakarta, LSAF, 1999)  Sa’doellah, Am inoto, Ekonomi “Tukang Semrit”: Gagasan Ekonomi  Islam versi Kitab Kuning,G erbang Jurnal Pem ikiran Agam a  dan Dem okrasi, Vol.05,No.02,Oktober-Desem ber 1999,  Surabaya 
Siddiqi, M . Nejatullah, "Muslim Economic Thinking: A Survey of  Contemporary Literature", (Leicester, The Islam ic  Foundation, 1988).  Yuliadi, Im am udin, "Ekonomi Islam: Sebuah Pengantar",  (Yogyakarta, LPPI-UMY, 2001)

0 comments:

 

Followers

My Ping in TotalPing.com blog directory blog search directory TopOfBlogs Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com

Blog Archive

Blinkie Graphics Generator at TextSpace.net

materi pembelajaran Copyright © 2009 WoodMag is Designed by education for Free Blogger Template